Selain karena mengonsumsi makanan yang baunya tajam - seperti bawang, di mana minyaknya diserap ke dalam paru-paru lalu dikeluarkan saat bernafas - bau mulut yang tidak sedap juga bisa disebabkan karena menumpuknya plak bakteri pembusuk dari partikel makanan dan adanya sisa makanan pada gigi, gusi dan lidah.
Hal lain yang dapat menimbulkan bau mulut adalah mulut yang kering selama tidur, gangguan saluran pencernaan, konstipasi atau sulit buang air besar, merokok dan obat-obat tertentu yang memungkinkan sel mati mengumpul pada lidah, gusi dan dinding bagian dalam pipi.
Langkah yang paling umum dilakukan untuk mengatasi masalah ini adalah memelihara kebersihan gigi dan mulut dengan menggosok gigi dan lidah (jika memungkinkan setiap kali habis makan). Dianjurkan pula untuk membersihkan sela-sela gigi dengan benang gigi (dental floss) untuk lebih meyakinkan tidak ada lagi sisa-sisa makanan yang menyangkut di sela gigi. Hal lain yang bisa dilakukan selanjutnya adalah berkumur dengan cairan pencuci mulut (mouthwash) sehingga mulut akan terasa lebih segar.
Minum air putih sebanyak-banyaknya juga dapat mencegah bau yang tak sedap pada mulut agar tidak ada bakteri yang menumpuk di dalam mulut dan di tenggorokan. Selain itu diharapkan dengan cara ini sisa makanan pada sela gigi akan terlepas.
Ubahlah kebiasaan merokok yang dapat memperburuk kebersihan mulut, demikian pula untuk mengurangi atau lebih baik menghilangkan kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol yang dinilai dapat mengurangi produksi air liur dan dapat memperparah bau mulut. Cara lain yang dapat dicoba adalah dengan minum teh beraroma mint, mengonsumsi lalapan daun kemangi dan kunir.
Terakhir, jangan lupa untuk selalu memeriksa kondisi kesehatan rongga mulut ke dokter. Selamat mencoba. (ASP)
Sumber: http://www.kompas.co.id/kesehatan/news/ … 220949.htm
No comments:
Post a Comment